Sumur tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan debit air hingga 1.200 liter per jam dan akan melayani kebutuhan lebih dari 150 anak didik serta tenaga pengajar setiap harinya.
“Sumur ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang. Selain memenuhi kebutuhan harian, juga memastikan kegiatan belajar di TPA dapat berjalan lancar sepanjang tahun,” lanjutnya.
Ravi Tri Harvian menegaskan, Save Our School bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bagian dari edukasi sosial tentang pentingnya memperjuangkan hak atas air bersih.
“Air bersih adalah hak dasar. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa filantropi bukan hanya soal memberi, tetapi tentang membangun masa depan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang telah berpartisipasi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Lazismu akan terus bergerak, karena setiap tetes air yang kita hadirkan adalah harapan baru bagi generasi penerus bangsa,” tutup Ravi Tri Harvian. ***
