Kepala Desa Margorejo, Sumirkan, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kirab budaya dapat menjadi agenda tahunan.
“Kegiatan ini sudah berlangsung dua kali, dan tahun ini kembali diadakan menjelang Ramadan. Kami sangat mengapresiasi karena ini adalah kegiatan positif yang memperkenalkan kembali budaya Jawa yang mungkin sudah banyak dilupakan oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme warga, terutama para pemuda dan pelajar yang terlibat langsung dalam acara ini.
“Banyak pemuda dari desa kami yang ikut serta menjadi panitia, dan bahkan dari SMP 2 Dawe juga ikut memeriahkan,” ungkapnya.
Selain itu, kirab budaya ini juga menampilkan berbagai atribut khas keraton yang semakin memperkuat nilai budaya dalam acara tersebut.
“Nantinya akan ada kirab dengan rute sepanjang dua kilometer yang melibatkan berbagai unsur masyarakat,” jelas Sumirkan.
Pemerintah desa berencana memberikan dukungan lebih besar untuk kegiatan ini di masa mendatang.
“Mungkin tahun depan kami akan mengagendakan kirab ini bersamaan dengan acara lain seperti Festival Durian atau kegiatan budaya lainnya agar semakin meriah,” tambahnya.
Dengan semakin banyaknya partisipasi masyarakat, diharapkan tradisi kirab budaya ini dapat terus berlangsung sebagai bagian dari identitas budaya Kudus.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar masyarakat, terutama generasi muda, tetap mengenal dan mencintai budaya leluhur mereka,” pungkas Sumirkan. (***)
