Rayakan Malam 1 Suro dengan Mandi di Sendang Kamulyan

Warga yang membersihkan diri di Sendang Kamulyan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Elang)

“Tidak hanya memandikan raga, tetapi juga memandikan sedulur papat, lima awak, enem nyawa, dan pitu bumi,” imbuhnya.

Namun yang berbeda dalam agenda mandi 1 Suro kali ini, lanjut Jesy adalah adanya ajakan dari Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia mengatakan proses sebelum melakukan mandi malam 1 Suro, seperti doa awal tahun dan akhir tahun.

Bacaan Lainnya

“Setelah doa awal dan akhir tahun, kemudian ada sedekahan, kemudian minum susu. Minum susu sendiri buat bayi dipercayai sebagai sunah, dan terakhir mandi malam di Sendang Kamulyan,” terangnya.

Melalui agenda tersebut, Jesy berharap ekosistem sekitar kembali terjaga.

“Dan semoga warga tetap melestarikan dan merawat air sumber itu. Dan tradisi yang baik seperti ini mesti dijaga. Syukur-syukur bisa dikembangkan dan dibikin acara sehingga meriah, karena hal yang meriah itu akan dikaji banyak orang. Syukur-syukur jadi promosi kearifan lokal yang ada di sana. Sehingga ekonomi rakyat bisa bertumbuh,” tutup Jesy.***