Sementara itu, Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah titik kerumunan warga dalam beberapa malam awal Ramadan yang dinilai rawan menimbulkan gesekan.
“Kami sudah mendapati adanya kerumunan yang berpotensi ricuh. Beberapa lokasi sudah kami bubarkan karena dikhawatirkan berkembang menjadi konflik antar kelompok,” jelasnya.
Ia menyebut, kerumunan tersebut umumnya dipicu aktivitas remaja yang dilakukan berkelompok hingga larut malam. Untuk itu, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli rutin bersama TNI dan unsur pemerintah daerah.
“Patroli akan kami intensifkan, khususnya pada jam-jam rawan setelah tarawih hingga dini hari. Tujuannya agar situasi tetap terkendali dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya.
Kapolsek juga mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap keamanan rumah saat meninggalkan rumah untuk beribadah.
“Sebelum berangkat tarawih, pastikan rumah dalam kondisi aman. Kompor sudah dimatikan, pintu terkunci, dan kendaraan disimpan di tempat yang aman agar tidak memicu tindak kejahatan,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan dapat dicegah sejak dini.
“Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan aparat. Ramadan yang aman adalah tanggung jawab bersama,” pungkas AKP Subkhan.***
