“Kenapa konsepnya multifungsi, jadi bisa untuk konser atau olahraga. Tadi disampaikan teknologinya teleskopik tribun. Ini di tengah kota dengan penghijauan yang lebat dan parkir luas sehingga sudah tepat konsepnya multifungsi untuk bisa membiayai sendiri dalam rangka pemeliharaan,” jelasnya.
Stadion indoor multifungsi dibangun di atas lahan seluas 31.826 m2 dan luas tapak bangunan 21.304 m2 dengan dengan kapasitas menampung 16.088 penonton.
Secara desain, stadion memiliki 5 lantai dengan fungsi utama sebagai 1 Lapangan Basket Utama dan 2 lapangan latihan.
Pembangunan stadion ini dilaksanakan dengan teknologi konstruksi Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0.
Menpora Zainudin Amali menyampaikan ucapan Terima kasih kepada Kementerian PUPR atas dukungan infrastruktur di bidang olahraga yang dibangun di kawasan GBK.
Menpora berharap pembangunan stadion indoor multifungsi dapat selesai sesuai dengan rencana untuk persiapan perhelatan Piala Dunia Bola Basket FIBA yang rencananya digelar pada Agustus 2023.
“Ini arena untuk Indonesia, jadi nanti rencana namanya Indonesia Arena. Jadi ini untuk semua kalangan, jadi siapa saja bisa memanfaatkan tetapi harus dijaga dan dirawat,” kata Zainudin Amali.***
