KUDUS, ZONANEWS.ID – Sebanyak 62 dari total 118 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus telah memasang kamera pengawas atau CCTV dan mengkoneksikan dengan aplikasi Kudus Sehat.
Pemasangan CCTV tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamera pengawas diharapkan dapat membantu pemantauan aktivitas dapur bagi masyarakat.
Meski demikian, sejumlah pengelola SPPG masih mempertanyakan kepastian aturan serta mekanisme integrasi CCTV dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satunya disampaikan Toni dari mitra SPPG Klumpit 1.
pihaknya mengaku belum memasang CCTV karena masih menunggu kejelasan mengenai integrasi dan kesepakatan dengan BGN. Menurutnya, aktivitas di dalam dapur tidak seluruhnya dapat dipublikasikan kepada masyarakat.
“Kebijakan dari Kudus Sehat, kemarin juga sudah diinfokan sama paguyuban terkait pemasangan CCTV. Salah satunya kami belum memasang karena ada yang kami sampaikan belum terjawab,” kata Toni.
Ia juga mengkhawatirkan rekaman CCTV nantinya justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, untuk menghakimi pengelolaan dapur. Karena itu, diperlukan kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan rekaman.
“Apakah sudah terintegrasi atau kesepakatan dengan BGN belum, karena kita tahu setiap kegiatan di dapur tidak bisa dipublikasi. Jangan sampai hal-hal yang ada di dalam dapur nanti dimanfaatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton menjelaskan bahwa hingga kini memang belum terdapat aturan khusus yang secara rinci mengatur pemasangan CCTV di dapur MBG.
Namun, Bupati Kudus telah mengirimkan surat kepada Ketua BGN terkait usulan pemasangan CCTV di setiap dapur.
