KUDUS, ZONANEWS.ID – Sebanyak 47 sekolah rusak diprediksi belum bisa dilakukan perbaikan hingga masuk tahun ajaran baru 2026/2027. Hal ini menyusul progres program rehab tahun 2026 yang masih alot di tahap perencanaan.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyebut bahwa progres rehab sekolah masih dalam tahap penyesuaian harga material.
Harga sejumlah bahan material pembangunan yang naik akibat konflik Timur Tengah. Sehingga, berdampak pada penyesuaian harga saat ini, termasuk penyesuaian spesifikasi perbaikan yang akan dilakukan.
“Ini masih pemilihan penyedia jasa, teknis penyesuaian harga sehingga produk perencana diubah dengan harga saat ini,” kata Anggun, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kendati demikian, lanjut Anggun, Disdikpora Kudus tetap mengupayakan agar proses perbaikan puluhan sekolah rusak bisa dilakukan secara bertahap saat masuk tahun ajaran baru 2026/2027.
“Sebagian besar kerusakan itu di ruang kelas, ada yang atap, ada yang dinding,” tuturnya.
Pada proyek rehab sekolah tahun ini akan ditujukan bagi 7 SMP dan 40 SD. Di antaranya, SMP 1 Dawe, SD 2 Sidomulyo dan SD 1 Wergu Kulon, serta SD 3 Purwosari. Adapun paket pekerjaan yang dilakukan meliputi, rehab ruang kelas, ruang guru hingga jamban.
“Untuk SMP 1 Dawe itu nanti ada perbaikan untuk talud dan jamban, kalau yang lain rata-rata rehab ruang guru dan ruang kelas,” ujarnya.
