Sementara bagi tim yang belum juara, imbuh dia, jangan patah semangat. Tim diminta untuk tetap berlatih agar pada kompetisi berikutnya bisa meraih hasil terbaik.
“Pemkab Kudus akan memberikan dukungan, baik sarana dan prasarana pendukung maupun pendanaan. Karena nantinya mereka akan menggantikan generasi tua yang mulai pensiun,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna menuturkan, Festival Sepak Bola KU -12 ini dalam rangka pembinaan pemain sepak bola sejak usia dini. Sebagai proses regenerasi atlet sepak bola di Kudus.
“Setidaknya, saat liga kompetisi yang diikuti tim Persiku Kudus dalam menjaring pemain bisa diisi pemain lokal Kudus karena menyangkut ketersediaan anggaran. Untuk mendapatkan pemain luar daerah tentunya membutuhkan anggaran yang lebih besar,” ujarnya.
Dengan adanya peluang putra daerah masuk ke tim senior supaya muncul motivasi dari para pemain muda. Agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya dalam bermain sepak bola.
“Hasil dari pertandingan Final ini, Tim juaranya akan kita support untuk mengikuti Liga SSB Jateng 2022 yang digelar oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah pada 19 Juni-31 Juli dengan Grand launching akan digelar di Stadion Citarum Semarang, 18 Juni mendatang,” kata dia. (mii)
