“Saya kira belum ada problem yang sangat krusial betul. Peningkatan status, kita sudah tanggap. Air tersalurkan itu sudah tanggap. Kalau siaga itu kan (kebencanaan) belum terjadi, tapi sekarang air sudah didistribusikan, artinya sudah tanggap,” jelasnya.
Di samping itu, Bergas tidak memungkiri bahwa kekeringan yang melanda, juga menjadi pemicu terjadinya kebakaran di wilayah Kudus.
“Tinggal bagaimana kita menghimbau, (kebakaran) bisa karena faktor alam atau karena faktor non alam yang bisa karena manusianya,” ujarnya.
Sebagai informasi, sejak akhir Agustus 2023 hingga 18 Oktober 2023, BPBD Kudus sudah menyalurkan air bersih sebanyak 1.713.900 liter untuk 8 desa dari 3 kecamatan terdampak.
Namun sejak pertengahan September 2023, wilayah yang terdampak kekeringan mulai berkurang. Sehingga BPBD hanya mendistribusikan air bersih ke warga di wilayah Kecamatan Kaliwungu sebab masih terdampak hingga hari ini.***
