Namun, apabila dari siswa atau komite sekolah sendiri yang berinisiatif, lanjut Ahadi, hal itu diperbolehkan. Pihaknya menegaskan, selama itu bukan intsruksi dari masing-masing sekolah.
“Kalau dikasih ya tidak ada-apa, kan yang makan anak-anaknya. Tapi sekolah tidak ada instruksi. Cuma, biasanya, wujud terimakasih orangtua mungkin pada gurunya, dari rumah bawa (tumpeng) kan tidak apa-apa,” terangnya.
Pihaknya pun mewanti-wanti kepada masing-masing sekolah agar tidak memberikan instruksi kepada wali murid, untuk mewajibkan pemberian kado dan semacamnya pada perayaan HGN 2023 mendatang.
“Tidak boleh jiwa miskin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahadi menyampaikan bahwa pada peringatan HGN 2023 ini nantinya akan mengusung tema Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju. Perayaan kali ini, pihaknya berharap agar pendidik dapat meningkatkan kembali kualitasnya, agar menciptakan generasi yang emas di masa mendatang. ***
