Selain itu, masyarakat desa turut berpartisipasi dengan swadaya sebesar 10 persen atau sekitar Rp 44,5 juta.
“Pekerjaan pembangunan SPAM ini dimulai pada awal September dan dijadwalkan selesai pada pertengahan Desember 2024,” tambah Aman.
Sebelum diserahkan kepada masyarakat, sistem akan melalui uji fungsi, termasuk pengecekan sumur bor dengan kedalaman 93 meter serta bak penampungan berkapasitas 18 meter kubik.
Kepala Desa Ngembal Kulon, Khanafi, mengapresiasi bantuan dari Kementerian PUPR ini, yang direncanakan untuk melayani hingga 115 sambungan rumah (SR) di wilayah RT 05 RW 04, RT 04 RW 04, dan rencana pengembangan ke RT 06 RW 03.
“Program ini sangat penting bagi warga kami, terutama dalam menyediakan air bersih yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan menekan angka stunting,” jelas Khanafi.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025, akan dilakukan perluasan jaringan air bersih dengan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), sehingga seluruh wilayah desa dapat terlayani dengan baik. ***
