KUDUS, ZONANEWS.ID – Di tengah pandemi COVID-19 yang membawa banyak tantangan, Dea Sholihatun Ni’mah, yang lebih dikenal dengan nama pena Dea Ananda, menemukan jalan untuk mengeksplorasi jati dirinya.
Mahasiswi semester 1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muria Kudus (UMK) ini membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kesuksesan.
Pandemi menjadi titik balik yang mengubah arah hidup Dea, membuka pintu baru bagi dirinya untuk terjun ke dunia literasi dan menulis.
Sejak kecil, Dea dikenal memiliki bakat di dunia musik. Ia mulai bernyanyi sejak taman kanak-kanak hingga SMP. Namun, setelah bergabung dengan paduan suara, ia perlahan meninggalkan dunia musik dan mulai merambah ke bidang lain.
“Di masa pandemi, saya bingung harus melakukan apa. Akhirnya, saya bergabung dengan komunitas Literasi Kita dan mulai menulis,” ujar Dea.
Aktivitas ini membawanya untuk mulai menulis puisi di platform Wattpad, dan dalam setahun, ia berhasil menghasilkan lebih dari 350 puisi, dengan 250 di antaranya dipublikasikan.
Perjalanan Dea di dunia tulis-menulis terus berkembang. Saat masih di SMA, ia berhasil menerbitkan dua buku indie berjudul Alunan Diksi dan Maaf, Aku Tidak Selemah yang Kamu Kira.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pengalaman menerbitkan buku indie tersebut memberinya pemahaman yang lebih dalam tentang dunia penerbitan.
“Proses menerbitkan buku indie penuh rintangan, tetapi itu memberi saya pengalaman yang sangat berharga,” katanya.
