Tak puas dengan pencapaian itu, Dea melangkah lebih jauh. Setelah lulus SMA, ia memberanikan diri untuk mengirimkan naskah kepada penerbit mayor, Gramedia.
Setelah menunggu selama tiga bulan, kabar baik pun datang. Naskahnya diterima dan buku ketiganya, Dari Aku Tak Bisa Menjadi Aku Bisa, kini resmi diterbitkan oleh Gramedia.
Buku ini menjadi bukti nyata keberhasilannya mengatasi kegagalan dan tantangan, serta semangatnya untuk terus tumbuh.
Buku ketiga Dea adalah cerminan dari perjalanan hidupnya yang penuh liku. Dalam buku tersebut, Dea mengajak pembaca untuk bangkit dari kegagalan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Buku ini tentang self-improvement, sebuah ajakan untuk terus tumbuh,” jelasnya.
Buku ini tidak hanya menceritakan kisah pribadinya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi siapa saja yang merasa terpuruk, untuk bangkit dan meraih impian.
Dea juga membagikan beberapa tips bagi calon penulis yang ingin sukses seperti dirinya.
“Selain naskah yang berkualitas, penting untuk membangun personal branding di media sosial karena penerbit juga melihat keaktifan penulis di platform digital,” tuturnya.
Sebagai mahasiswi UMK yang masih muda, Dea Ananda telah menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih impian. Buku Dari Aku Tak Bisa Menjadi Aku Bisa kini sudah tersedia di Gramedia dan siap menginspirasi pembaca di seluruh Indonesia.
Lewat karya-karyanya, Dea ingin menyampaikan pesan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, dan dengan semangat serta ketekunan, setiap orang bisa mencapai kesuksesan dan meraih mimpi mereka. ***
