Kisah Sutimah, Guru SD di Kudus yang Rela Laju dari Boyolali Setiap Hari Demi Mengajar

Sutimah, Guru SDN 7 Getasrabi yang rela laju dari Boyolali ke Kudus untuk mengajar. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Jarak ratusan kilometer tidak menyurutkan niat luhur Sutimah (48), untuk mengabdikan dirinya demi dunia pendidikan. Ia merupakan sosok pendidik tangguh yang kini bertugas di SDN 7 Getasrabi, Kabupaten Kudus.

Luar biasanya, Sutimah merupakan warga asli Kabupaten Boyolali, yang setiap harinya pulang-pergi mengajar di sekolah tempatnya bertugas saat ini di Kabupaten Kudus, menggunakan motor pribadinya seorang diri.

Hal itu pun telah dijalani Sutimah selama 15 tahun, atau sejak dirinya dilantik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2010 silam. SDN 7 Getasrabi merupakan sekolah pertama saat Ia mengabdi di Kudus hingga sekarang.

Bacaan Lainnya

“Saya dari rumah itu habis subuh langsung berangkat, pokoknya pukul 04.45 sudah standby mau berangkat. Kalau pulangnya ya sampai rumah ya jam 4 sore (pukul 16.00 WIB),” ucap Sumanah saat ditemui di SDN 7 Getasrabi, Senin, 18 Mei 2026.

Jarak tempuh perjalanan yang begitu jauh ternyata tidak membuatnya kalah dengan rasa malas selama puluhan tahun. Justru, membuatnya lebih semangat agar dedikasinya selalu memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Hujan, badai, panas bukan lagi penghalang yang berat baginya. Bahkan, kejadian kecelakaan sering Ia alami hingga membuat kulit kepala robek hingga giginya patah. Namun, aksi nekat pulang-pergi mengajar antar daerah tetap dilakoninya.

“Saya juga pernah kayak mau dibegal saat lewat mau pulang di area hutan itu, Alhamdulillah bisa melawan jadinya selamat. Tapi saya tidak takut, karena niat saya di sini untuk mengabdi ke sekolah,” tuturnya.

Sebelum mengajar di SDN 7 Getasrabi, Sutimah sempat menjadi guru honorer di SD Kacangan 2, Kabupaten Boyolali. Profesi itu Ia lakoni selama tujuh tahun atau sejak 2004 hingga 2010.

Meski berasal dari keluarga petani yang pas-pasan, Sutimah dengan bermodalkan tekad kuat menimba ilmu di Universitas Terbuka dengan uangnya sendiri kala itu.