“Santri bertani itu bukan hal baru. Sejak dulu, karena kami juga dari kalangan pesantren, santri sudah akrab dengan dunia pertanian,” katanya.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat itu sebagai bentuk kemandirian dan kontribusi nyata pesantren untuk bangsa,” tambah Gus Yasin.
Lebih lanjut, dalam apel puncak HSN 2025 di Kudus pagi ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pesantren di Kudus dan sekitarnya.
Gubernur Ahmad Luthfi memimpin apel dan membacakan amanat Menteri Agama RI, yang menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat peradaban Islam Nusantara dan motor penggerak kemajuan bangsa.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan meliputi Ngaji Bandongan ASN Pemprov Jateng, pameran produk UMKM santri, dan Jateng Bersholawat yang digelar di Simpang Tujuh, Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025.***
