KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajak seluruh pondok pesantren untuk memperkuat sistem perlindungan kepada santri.
Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, perundungan (bullying), maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya di lingkungan pendidikan keagamaan.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Pondok Pesantren yang digelar bersama Himpunan Pesantren dan Madrasah Diniyyah (HIPMA) Kudus.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 3 Juni 2026, dan mengusung tema Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual dan Bullying.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
Karena itu, lingkungan pesantren harus mampu memberikan rasa aman serta perlindungan bagi seluruh santri selama menjalani proses pendidikan.
“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, seluruh pihak harus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” kata Sam’ani.
Menurutnya, upaya menciptakan pesantren yang ramah santri menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
