Risdiyanto mengakui bahwa pengembangan KPR subsidi di Kudus masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan dengan harga terjangkau. Hal ini membuat sebagian besar pembiayaan masih didominasi oleh KPR komersial.
“Kami juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan, yang membuka layanan untuk memudahkan persyaratan pengajuan kredit, khususnya bagi pelaku usaha yang ingin mengakses kredit usaha rakyat (KUR),” tambahnya.
Tak hanya itu, sejumlah tenant lain juga turut meramaikan expo, termasuk penawaran kredit produk elektronik. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman layanan keuangan yang lebih lengkap bagi pengunjung.
Bank Jateng menargetkan minimal 10 nasabah untuk masing-masing produk, baik KKB maupun KPR, selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya untuk ASN, mini expo ini juga dibuka lebar untuk masyarakat Kudus dan sekitarnya.
“Ini baru pertama kali kami adakan tahun ini. Jika hasilnya positif, ke depan akan kami gelar kembali dengan skala yang lebih besar. Dan Alhamdulillah, ini juga sudah ada yang minat,” pungkasnya. ***
