Lewat Aksi SIKAT 2026, Dorong Warga Kudus Peduli Sampah dan Kesehatan Sejak dari Lingkungan Desa

Warga membawa karung untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang rute. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Balai Desa Klaling kembali untuk ditimbang. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat terus didorong melalui aksi Resik dan Sehat atau SIKAT 2026.

Program yang digagas Bakti Sosial Djarum Foundation menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan pemerintah desa (Pemdes) tersebut mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.

Bacaan Lainnya

Pada 2026, aksi SIKAT menyambangi empat desa di Kabupaten Kudus. Rangkaian kegiatan dimulai di Desa Wonosoco pada 19 Juli, kemudian Desa Gribig pada 26 Juli, Desa Mejobo pada 2 Agustus, dan berakhir di Desa Klaling pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi mengatakan, pelaksanaan SIKAT tahun ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya.

“Aksi “Resik dan Sehat” atau disebut SIKAT yang kita adakan di desa-desa di Kabupaten Kudus tahun ini merupakan lanjutan SIKAT yang pernah dilakukan tahun sebelumnya. Tahun ini aksi SIKAT berlangsung di 4 desa lainnya, yakni: Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo dan Desa Klaling. SIKAT merupakan kegiatan kita bersama warga masyarakat dalam upaya mengajak warga masyarakat memililki pemahaman dan kesadaran pentingnya kepedulian kita menjaga lingkungan dan kesehatan semua,” kata David Setiadi.

Menurut David, kegiatan SIKAT dirancang dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Selain menjadi sarana menjaga kebersihan, rangkaian kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.

“Untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat, SIKAT menggelar kegiatan-kegiatan yang relevan, kompetitif, dan menarik, yang melibatkan seluruh warga. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain: Lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antar RT. Kemudian kita adakan juga kegiatan Gerak Jalan Sehat sambil memungut sampah, Senam Sehat, berbagai jenis perlombaan untuk anak-anak, dan kegiatan pemeriksaan Posyandu,” ujar David.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan ratusan warga dalam berbagai aktivitas, mulai dari senam pagi hingga jalan sehat dengan jarak sekitar dua kilometer.

Dalam kegiatan jalan sehat, peserta tidak hanya berolahraga. Mereka juga membawa karung untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang rute. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Balai Desa Klaling kembali untuk ditimbang.

Peserta dengan hasil pengumpulan sampah terberat mendapatkan penghargaan. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda, yang semakin menambah antusiasme masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.