Setelah itu, Witiarso Utomo beserta keluarga dan relawan lainnya dengan penuh antusiasme melepaskan tukik-tukik ke pasir pantai, menyaksikan dengan haru ketika anak-anak penyu tersebut bergerak menuju ombak dan menghilang ke dalam lautan.
Selain kegiatan pelepasan tukik, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan masyarakat Karimunjawa mengenai berbagai isu lingkungan dan pariwisata. Witiarso Utomo menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga menjaga keindahan alam dan ekosistem yang ada.
“Kita harus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam. Karimunjawa adalah aset berharga bagi Jepara dan Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaganya,” tambahnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung upaya pelestarian satwa laut. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Karimunjawa dapat terus menjadi surga bagi wisatawan dan rumah bagi berbagai spesies laut yang dilindungi. (***)
