Kontraktor di Kudus Ini Banting Stir Geluti Usaha Kuliner Tahu Petis

Andi Raih (43), pemilik bisnis Tahu Petis Lawang Sewu Khas Semarang. (MIA)

Untuk menemukan resep yang khas, Andi mengaku membeli petis jadi, untuk kemudian diolah kembali dengan racikannya sendiri. Petis yang dibubuhi ke dalam tahu juga diberikan dengan porsi yang banyak, sehingga rasa petisnya sangat terasa bila digigit.

Kemudian, untuk tahunya sendiri juga berbeda dengan yang dijual di tempat lain. Apabila tahu yang digoreng untuk petis biasanya masih lembek, Andi menggoreng tahunya secara garing sehingga terasa renyah dan krispi saat dimakan.

“Ini tahunya juga saya pesen yang ukurannya lebih besar, dan saya gorengnya garing biar rasanya renyah. Tapi, bisa request sesuai selera,” katanya.

Bacaan Lainnya

Baru dua minggu membuka usahanya, Tahu Petis Lawang Sewu Khas Semarang milik Andi terbilang sudah banyak digemari oleh masyarakat. Dalam sehari, dirinya bisa menjual lebih dari 200 tahu petis kepada para pelanggan.

“Harga satuannya Rp 2500,” tandasnya.

Selain tahu petis, Andi juga menjual tahu walik di kedainya. Dia mulai membuka kedai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Selain datang ke kedai, Andi juga membuka pesanan untuk acara-acara perayaan atau hajatan.

“Untuk penjulan pakai grab dan gojek masih proses,” tukasnya. ***