“Kalau anggaran Rp 1 Miliar gak bisa untuk mengikuti semuanya, belum persiapan-persiapan untuk Porprov dan Pra-Porprov. Rp 1 miliar hanya cukup buat beli makan saja dan staff,” ujar Sulis.
Sulis berharap, anggaran untuk KONI bisa ditambah. Kepada Bupati dan Wakil Bupati Kudus terpilih yang akan dilantik pada awal tahun 2025 nanti, dirinya bisa mengusulkan lagi anggaran yang disesuaikan dengan visi misi Bupati-Wakil Kudus yang baru.
“Semoga harapan kami bisa terealisasikan. Pj Bupati yang sekarang hanya mengalokasikan Rp 1 miliar, itu sama dengan mau “membunuh” KONI yang di dalamnya ada 53 Pengkab,” tegasnya.
Sementara itu, menanggapi aduan dari KONI Kudus mengenai anggaran yang terbatas, Ketua DPRD Kudus, Masan mengatakan bahwa rancangan APBD 2025 sudah tidak bisa dirubah karena proses pembahasan sudah selesai dan tinggal menunggu penetapan oleh Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie.
Meski demikian, Masan memberikan solusi bahwa KONI bisa mengajukan tambahan anggaran pada pembahasan APBD Perubahan tahun 2025 nanti.
Menurut informasi yang diterima Masan, pembahasan mengenai APBD Perubahan tahun anggaran 2025 akan dilakukan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni akan dilaksanakan pada bulan Maret 2025.
“Karena perubahan anggaran dipercepat, angka itu (usulan tambahan anggaran) masih bisa dikejar,” katanya.
“Jadi nanti setelah pelantikan Bupati ada perubahan APBD disesuaikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang baru, waktunya sekitar bulan Maret,” lanjut Masan.
Pihaknya melanjutkan, bukan hanya berkaitan dengan olahraga saja yang bisa diusulkan dalam APBD Perubahan nantinya, ada pula tentang perubahan tunjangan guru Madrasah Diniyah menjadi Rp 1 juta, tunjangan ibu hamil, satgas BPJS, hingga listrik gratis untuk tempat ibadah yang perlu disesuaikan semuanya.***
