KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar Khotmil Qur’an sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 di Pendapa Kabupaten Kudus pada Selasa, 22 September 2026 sore.
Kegiatan keagamaan tersebut diikuti Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dalam suasana khidmat sebagai bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan Khotmil Qur’an menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan daerah.
Namun, bagi Sam’ani, peringatan hari jadi tidak semestinya hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Usia Kabupaten Kudus yang telah mencapai 477 tahun harus menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah untuk melakukan introspeksi sekaligus mengevaluasi pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga di hari jadi Kabupaten Kudus ini kita introspeksi diri, evaluasi diri. Terutama kami, Wakil Bupati dan seluruh perangkat daerah, apa yang sudah diberikan kepada masyarakat dan apa yang telah kita bangun di Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.
Menurutnya, perjalanan panjang Kabupaten Kudus telah melewati berbagai fase dan tantangan. Di sisi lain, persoalan yang dihadapi masyarakat juga terus berkembang sehingga pemerintah dituntut mampu merespons kebutuhan warga melalui kewenangan yang dimiliki.
Sam’ani meminta seluruh aparatur pemerintah menjalankan tugas sebagai sebuah amanah. Setiap pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, kata dia, harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dipertanggungjawabkan tidak hanya secara kedinasan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ia pun mengajak seluruh jajaran Pemkab Kudus untuk tidak berhenti melakukan pembenahan. Kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sam’ani kepada jajaran Sekretariat Daerah, asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga seluruh aparatur pemerintah.
Ia menekankan pentingnya integritas serta sikap santun dan sopan dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, aparatur pemerintah merupakan bagian yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga kualitas pelayanan menjadi salah satu cerminan pemerintah daerah.
