“Terus meningkatkan pelayanan, terus melakukan introspeksi dan terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tetap ikhlas, tetap kuat dan tetap kompak,” ujarnya.
Selain mengevaluasi kinerja pemerintahan, Sam’ani juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Kudus senantiasa berada dalam kondisi aman dan tenteram serta terhindar dari berbagai bencana.
Ia meminta dukungan para kiai, ulama, sesepuh dan santri dalam menjalankan pemerintahan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan daerah.
Sam’ani juga menyoroti sektor ekonomi sebagai salah satu kekuatan Kabupaten Kudus. Daerah ini memiliki aktivitas perdagangan, industri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta identitas sebagai kota santri dan kota jenang.
Keberadaan industri rokok, pabrik kertas, elektronik, konveksi hingga UMKM menjadi bagian dari potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan.
Menurut Sam’ani, UMKM dan pedagang kaki lima perlu mendapat dorongan agar dapat tumbuh dan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Peningkatan aktivitas ekonomi diharapkan berimbas pada pendapatan serta daya beli warga.
Di bidang pembangunan manusia, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, serta memperluas penyerapan tenaga kerja.
Generasi muda juga didorong untuk memanfaatkan peluang melalui kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Menutup pesannya dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477, Sam’ani mengajak seluruh elemen untuk tetap memiliki semangat menghadapi berbagai tantangan.
“Di tengah kesulitan dan kesusahan, dibina keuletan dan ketangguhan, serta diridhoi oleh Allah SWT,” pungkas Sam’ani.***
