Andalkan Lima Atlet, Soft Tenis Kudus Bidik Dua Medali di Porprov Jateng 2026

Foto bersama atlet dan pelatih Soft Tenis Kudus usai menjalani latihan persiapan menuju Porprov Jateng 2026. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Tim soft tenis Kabupaten Kudus menyiapkan lima atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026.

Kelima atlet tersebut terdiri dari dua atlet putri dan tiga atlet putra. Tim soft tenis Kudus membidik dua medali pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pelatih Soft Tenis Kudus, Ngatmono, mengatakan persiapan tim sejauh ini telah mencapai sekitar 80 persen. Namun, latihan bersama belum dapat dilakukan secara maksimal karena para atlet memiliki kesibukan masing-masing, terutama kegiatan perkuliahan.

Bacaan Lainnya

“Persiapan sudah sekitar 80 persen, tetapi latihan bersama belum maksimal karena atlet memiliki banyak kegiatan,” ujar Ngatmono, Selasa, 22 September 2026.

Lima atlet yang dipersiapkan merupakan hasil dari tahapan prakualifikasi. Sebelumnya, Kudus mengirimkan delapan atlet untuk mengikuti prakualifikasi di Semarang. Dari jumlah tersebut, lima atlet berhasil lolos dan akan mewakili Kudus pada Porprov Jateng 2026.

Kelima atlet tersebut terdiri dari dua putri dan tiga putra. Dua atlet putri akan turun pada nomor tunggal putri. Sementara tiga atlet putra dipersiapkan untuk nomor tunggal dan ganda putra.

Ngatmono mengatakan nomor putra menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan menuju Porprov. Ia menaruh harapan pada dua atlet putra untuk memenuhi target medali yang telah ditetapkan. Meski demikian, seluruh atlet tetap memiliki peluang untuk meraih medali.

Sejumlah atlet juga tengah menempuh pendidikan di luar daerah Kudus. Meski tidak dapat mengikuti seluruh sesi latihan bersama, mereka tetap menjalani latihan secara mandiri di Semarang. Perkembangan latihan para atlet tersebut juga terus dipantau oleh tim pelatih.

Untuk latihan di Kudus, tim soft tenis memiliki jadwal tiga kali dalam sepekan, yakni Jumat, Senin, dan Minggu. Namun, latihan bersama lebih sering dilakukan pada Minggu sore karena sebagian besar atlet memiliki kegiatan perkuliahan dan aktivitas lainnya.

“Latihan terjadwal tiga kali seminggu, tetapi yang bisa berkumpul biasanya hari Minggu,” jelasnya.

Dalam latihan, konsistensi pukulan menjadi salah satu aspek yang terus ditekankan. Selain itu, para atlet diberikan materi mengenai strategi permainan agar mampu menghadapi berbagai situasi saat bertanding.

“Yang kami matangkan adalah konsistensi pukulan dan strategi permainan,” ungkap Ngatmono.