Berdasarkan informasi Kayu Naga Muria sendiri merupakan salah satu folkor yang dipercaya masyarakat Kudus, terutama di daerah Lereng Gunung Muria dalam mengusir pagebluk tikus yang menjadi momok para petani.
“Dengan cara khusus, masyarakat percaya kayu naga muria atau kayu pakis haji ini dapat mengusir hama tikus yang menyerang sawah petani,” tandasnya.
Sementara itu, Sutradara Pentas, Laana Nafisatus Suroyya menambahkan, meskipun penggarapan dilalui dengan proses yang panjang dan lama, ia ingin agar pentas ‘Kayu Naga Muria’ nantinya dapat tergarap secara maksimal.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengolah dan menyajikannya kepada penonton,” ungkapnya.
Lana juga berharap, melalui pementasan ‘Kayu Naga Muria’, masyarakat Kudus di semua lini lebih mengenal folklor-folklor yang ada di Kabupaten Kudus.
“Harapannya teman-teman mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Kudus pada umumnya lebih mengenal tentang Kayu Naga Muria dan juga folkor lainnya di Kudus,” harapnya.***
