Jembatan Merah Putih Sambungkan Tanjungrejo-Klaling Kudus, Akses Pendidikan dan Pertanian Kian Lancar

Jembatan ditinjau Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat dan Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Akses mobilitas warga di Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, kini semakin terbuka dengan hadirnya Jembatan Merah Putih.

Infrastruktur yang menghubungkan kawasan Desa Tanjungrejo dengan Desa Klaling tersebut membuat perjalanan warga yang sebelumnya harus memutar hingga 30 menit kini dapat ditempuh sekitar lima menit.

Jembatan tersebut mulai dioperasionalkan setelah ditinjau Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat dan Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, Rabu, 2 September 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu juga ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol operasional Jembatan Merah Putih. Dalam kesempatan yang sama, rombongan turut meninjau fasilitas sumur bor yang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda Merah Putih.

Program itu diarahkan untuk membantu daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses dan membutuhkan sarana penghubung bagi aktivitas masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan di Dukuh Kedungmojo memberikan manfaat kepada hampir 2.000 warga. Selain memperpendek waktu perjalanan, akses baru tersebut juga telah memungkinkan kendaraan roda empat melintas.

Kondisi itu menjadi keuntungan bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk mengangkut hasil bumi.

“Jembatan ini menghubungkan akses dua desa dan sangat berguna bagi masyarakat,” katanya.

Achiruddin menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Setiap usulan akan melalui survei untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat besar dan dibutuhkan warga.

Faktor jumlah penerima manfaat serta tingkat kesulitan akses menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan.

“Mana daerah yang benar-benar membutuhkan, itu yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Kodam IV/Diponegoro bersama jajaran telah menyelesaikan sekitar 311 pembangunan jembatan. Program tersebut masih akan dilanjutkan dengan target pembangunan sedikitnya 100 jembatan di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Kabupaten Kudus pun masih memiliki peluang untuk mendapatkan tambahan pembangunan infrastruktur serupa apabila terdapat titik-titik yang dinilai membutuhkan akses baru dan memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

Selain menjadi jalur mobilitas dan perekonomian, pembangunan jembatan juga memiliki fungsi penting dalam mendukung keselamatan warga, khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Achiruddin menuturkan, salah satu persoalan yang kerap ditemukan di sejumlah daerah adalah warga dan pelajar yang harus menyeberangi sungai karena belum tersedia akses penghubung yang memadai.

Saat musim hujan dan debit air meningkat, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat.