KUDUS, ZONANEWS.ID – Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, menilai penyeragaman menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat diusulkan oleh Ketua Satgas MBG Kudus, Bellinda Birton, sulit diterapkan.
Menurutnya, kebutuhan dan selera penerima manfaat di setiap wilayah belum tentu sama. Sehingga menu yang seragam dikhawatirkan tidak selalu sesuai dengan keinginan anak-anak maupun 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita).
Penyeragaman menu berpotensi sulit diterapkan karena selera penerima manfaat berbeda-beda. Ia mencontohkan adanya permintaan menu dari anak-anak yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pilihan makanan masing-masing.
“Kalau penyeragaman kami kira kok susah. Karena yang namanya keinginan, kadang-kadang saya melihatnya kan ada surat dari anak-anak itu, ada request menu dari mereka,” ungkap Masan, usai kegiatan dialog program MBG bersama di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, 2 September 2026.
Dialog MBG tersebut dihadiri oleh seluruh pengelola dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kudus, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kudus, Forkopimda, Satgas MBG Kudus, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Masan menyebut, perbedaan selera tidak selalu dapat dikaitkan dengan lokasi tempat tinggal. Menurutnya, anak-anak di wilayah perkotaan bisa saja menyukai menu yang biasa dikonsumsi di desa, begitu pula sebaliknya.
“Seragam malah susah. Anak kota seneng menu desa, anak desa seneng menu kota, bisa saja kan begitu. Jadi, maka untuk penyeragaman itu kami kira kok susah,” pungkasnya.
