Karena itu, pembangunan jembatan diharapkan mampu memberikan akses perjalanan yang lebih aman bagi seluruh kelompok masyarakat.
“Jadi, jembatan ini bukan hanya untuk kendaraan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk memastikan anak-anak dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman,” katanya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut positif dukungan TNI terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kudus. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pedesaan.
Selain Jembatan Merah Putih, sejumlah program lain seperti pembangunan sumur bor, irigasi perpompaan dan jaringan pipanisasi juga telah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air dan mendukung sektor pertanian.
Sam’ani menyebut, terdapat sekitar 10 hingga 11 titik pembangunan jembatan yang mendapat dukungan, dengan enam di antaranya telah selesai direalisasikan.
Ia berharap pembangunan jembatan dapat terus berlanjut untuk menjangkau wilayah lain yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Pembangunan jembatan ini sangat penting. Kami tentunya masih berharap ke depan akan semakin banyak jembatan yang dapat dibangun,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, konektivitas memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas masyarakat. Akses jalan dan jembatan yang memadai dapat mempercepat pergerakan orang maupun barang, termasuk hasil pertanian dari desa menuju pasar atau pusat distribusi.
Wilayah Tanjungrejo dan sekitarnya sendiri memiliki potensi pertanian yang cukup besar dengan berbagai komoditas, termasuk jagung dan hasil bumi lainnya.
Dengan akses yang semakin dekat dan mudah, biaya perjalanan masyarakat diharapkan dapat berkurang. Waktu yang sebelumnya habis di perjalanan pun dapat digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif.
“Time is money, waktu adalah uang. Ketika waktu perjalanan masyarakat dapat dihemat, maka biaya transportasi juga dapat ditekan,” jelas Sam’ani.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan pengawasan dan perawatan secara berkelanjutan.
Pemerintah desa diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan bagian jembatan atau infrastruktur lain yang membutuhkan pemeriksaan maupun perbaikan.
Menurutnya, perawatan menjadi langkah penting agar jembatan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sam’ani menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih bukan hanya menghadirkan bangunan baru, melainkan membuka hubungan yang lebih cepat antara masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas.
Mulai dari sekolah, lahan pertanian, pusat ekonomi hingga permukiman warga kini dapat dijangkau dengan waktu yang lebih singkat.
“Jembatan adalah sarana untuk menyatukan daerah yang sebelumnya terpisah, membuka wilayah yang aksesnya terbatas, dan menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas,” tandasnya.***
