“Karena memang kita ada obrolan soal komitmen, kalau kalah beberapa kali secara berturut-turut, akan ada kesepakatan bersama,” ungkap Amirul.
Kesepakatan bersama itulah yang akhirnya dipenuhi Coach Alfiat dengan memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Pelatih Kepala Persiku Kudus.
Sebagai informasi, memulai Liga 2 Indonesia atau Pegadaian Championship musim 2025/2026, manajemen langsung mengontrak Alfiat sebagai Pelatih Kepala Persiku Kudus.
Pilihan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Coach Alfiat membawa Persiku bertahan di level Liga 2 setelah membersamai Persiku dalam 4 laga terakhir playoff musim kemarin.
Mengawali musim baru dengan lawan yang cukup berat, Persiku berhasil menaklukkan PSIS Semarang yang baru terdegradasi dari Liga 1. Kemenangan itu membawa kepercayaan diri bagi Persiku untuk bisa menang di laga-laga berikutnya.
Namun bak jatuh dari pohon, dalam 5 pertandingan setelah melawan PSIS tersebut, Persiku belum pernah menang lagi. Bahkan dalam laga kandang, Persiku kalah 2 kali dan seri satu kali.
Usai bertemu PSIS, Persiku menjamu PSS Sleman dan kalah dengan skor 1-3. Kemudian bertandang ke Lamongan melawan Persela, Persiku kalah 2-1 dari tuan rumah.
Berlanjut melawan Deltras FC di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Persiku kembali kalah dengan skor 4-2.
Kemudian dalam 2 laga kandang selanjutnya, Persiku sangat berharap bisa menang dan meraih 3 poin. Namun sayangnya, keberuntungan masih belum ada di pihak Laskar Macan Muria.
Menjamu PS Barito Putera, Persiku kalah 0-2. Lalu saat menjamu Persipal FC pada Jumat, 17 Oktober 2025, Persiku ditahan imbang 1-1.***
