Ia juga menyebut bahwa pada proses pembangunannya telah melibatkan tim dari Cagar Budaya. Sehingga, pelaksanaan di lapangan dapat terarah tanpa menyalahi aturan ataupun menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
“Tentunya bahwa KAI ini masih seperti bentuk bangunan lama. Ketentuan menyewa pemerintah daerah dan KAI sepakat bahwa tidak boleh merubah. Tim cagar budaya sudah datang tiga kali, material, warna ini kita buat hampir sama dengan KAI zaman dahulu,” terangnya.
Lebih lanjut, Sandung membeberkan rencananya membangun pusat olahraga di lokasi tersebut, karena melihat potensi yang bagus di Kabupaten Kudus. Seperti, Lapangan Padel yang belum ada, serta tempat Gym dan Billyard yang banyak penggemarnya.
“Untuk Lapangan Padel saja kita sampai nunggu tiga bulan karena yang bisa buat dari Cina, jadi kami pastikan kualitasnya bagus. Yang Billyard juga kita pastikan akan jadi yang terbaik di Eks Karesiden Pati,” ucapnya.
Pihaknya pun berharap, dengan dibukanya Eks Stasiun Wergu setelah renovasi nanti, dapat menjadi ikon baru di Kudus sebagai salah satu pusat kebugaran dan UMKM favorit bagi warga Kudus dan sekitarnya. Warga juga tidak perlu jauh-jauh ke Semarang untuk padel.
