“Saat kemasan sudah bagus, rasa produk enak, higienis, dan dapat dipercaya, maka nilai jualnya pun meningkat,” jelasnya.
Tak hanya itu, proses sertifikasi halal juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sam’ani menyebut bahwa Pemkab Kudus terus mendampingi pelaku UMKM dalam mengurus perizinan termasuk sertifikasi halal, agar produknya semakin diterima di pasar global, khususnya negara-negara Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Sebelumnya disampaikan oleh Ekowati, PIC Tim Kudus dalam event Tripoli International Fair 2025, ada sekitar 20 produk dari Kudus yang mejeng dalam pameran bergengsi bertaraf internasional tersebut.
Tripoli International Fair 2025 ini akan diikuti oleh berbagai negara dari Asia dan Timur Tengah, seperti Al Jazair, Tunisia, Iran, Alberia, Maroko, Indonesia, serta tuan rumah Libya.
“Kita (Kudus) dapat dua stand di sana, satu untuk stand Apindo (asosiasi pengusaha indonesia) dan stand UMKM,” ujar Ekowati.
Sebelumnya, produk-produk Kudus juga sempat menembus pameran dan pasar luar negeri, seperti ke Singapura, Malaysia hingga Thailand. Ini menunjukkan bahwa produk-produk lokal Kudus mampu bersaing di kancah internasional. ***
