Antusiasme peserta tampak tinggi sejak awal hingga akhir perlombaan. Suasana penuh semangat dan kekompakan tergambar jelas di setiap meja lomba. Setelah proses penjurian, terpilih tiga tim terbaik: juara 1 diraih oleh PDA, juara 2 oleh PCA Bae, dan juara 3 oleh PCA Kota 1.
Penghargaan untuk para pemenang akan diberikan dalam acara puncak Milad ke-108 Aisyiyah yang akan digelar pada 11 Mei 2025 mendatang di Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus.
Tak hanya sekadar perlombaan, kegiatan ini memiliki dampak jangka panjang. Resep-resep inovatif yang dihasilkan dari lomba ini akan dibagikan kepada seluruh anggota ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuannya adalah memberikan variasi menu sehat berbahan dasar jagung yang terjangkau dan mudah didapat.
“Ini bagian dari gerakan nyata. Kita tidak hanya bicara soal ketahanan pangan, tapi juga membangun kemandirian dari akar rumput dari dapur-dapur rumah tangga kita,” tambah Dewi Masitoh.
Melalui lomba ini, Aisyiyah menegaskan peran strategis perempuan dalam membentuk budaya pangan lokal yang kuat.
“Bukan hanya mendukung kesehatan keluarga, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan nasional dari level komunitas,” tandasnya. ***
