“Sudah beberapa kali diingatkan kedisiplinan pegawai itu yang kelihatan berangkat dan pulang, dimanipulasi model apapun tetap ketahuan, guru yang melanggar,” ungkapnya.
Guru-guru tersebut telah dilakukan pembinaan secara teguran keras. Bahkan, Anggun membeberkan, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan secara tertulis agar tindakan negatif tersebut tidak kembali terulang.
Ia menyampaikan, sanksi berat kalau diulang-ulang lagi maka kadar sanksi kedisiplinannya mungkin lebih tinggi dan yang menentukan hukuman dari BKPSDM. Untuk sementara ini pembinaan, sudah ada 20 orang dari dua sekolah.
“Itu fatalnya satu sekolahan saling nitip. Ini memang menjadi perhatian dan sangat keras sekali bagi instansi kami. Untuk saat ini 20 orang masih dalam masa pantauan. Apalagi ini guru, seharusnya memberikan contoh yang baik,” tukasnya. ***
