Pihaknya menjelaskan, kini sudah ada 80 desa yang telah memiliki Bumdes per tahun 2022. Sejumlah desa tersebut tersebar di 9 kecamatan, meliputi 8 desa di Kecamatan Kaliwungu, 7 desa di Kecamatan Kota, 13 desa di Kecamatan Jati, dan 5 desa di Kecamatan Mejobo.
Kemudian, ada 7 desa di Kecamatan Jekulo yang sudah memiliki Bumdes, 4 desa di Kecamatan Bae, 8 desa di Kecamatan Gebog, dan 12 desa di Kecamatan Dawe.
“Sebagian besar Bumdes tersebut rata-rata itu pengelolaan sampah, perdagangan, dan pengelolaan air bersih,” imbuhnya.
Keberadaan Bumdes dinilainya penting bagi desa, baik untuk mendatangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun untuk membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Yang mana, nantinya akan bermuara pada kemandirian desa.
“Mungkin saat ini masih ada Dana Desa untuk menyokong desa, tapi kita tidak tahu bagaimana ke depannya. Jadi kita imbau desa agar bisa mandiri melalui Bumdes,” tuturnya.
Lilik menyampaikan bahwa dorongan kepada desa untuk segera mendirikan Bumdes terus dilakukan secara masif. Terutama bagi desa-desa yang sudah memiliki potensi namun masih ragu untuk mendirikannya. ***
