KUDUS, ZONANEWS.ID – Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus resmi mencanangkan program Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah (DSMA) pada Senin, 1 Desember 2025, di Convention Hall RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
DSMA yang baru saja dicanangkan ini akan menjadi gerakan kesehatan berbasis komunitas yang bertujuan mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan melalui edukasi dan pencegahan penyakit.
Ketua Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Kudus, Muslimah menegaskan bahwa DSMA merupakan tindak lanjut program Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah yang harus diterapkan secara nyata hingga tingkat ranting.
“Tugas kami di PDA adalah memastikan konsep DSMA yang sudah dirumuskan PWA dapat berjalan optimal di desa-desa,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa DSMA diarahkan menjadi ruang edukasi kesehatan, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular.
DSMA memiliki tiga tujuan utama, yakni pembentukan Desa Sehat Mandiri di seluruh ranting ‘Aisyiyah, pemanfaatan DSMA sebagai sarana pemberdayaan kesehatan masyarakat, serta pusat pembelajaran dan advokasi kesehatan.
Ketua PDA Kabupaten Kudus, Eny Alifah Kurnia, menekankan bahwa masyarakat perlu dibiasakan dengan pola pikir pencegahan. Menurutnya, penguatan edukasi akan menjadi kunci keberhasilan program.
“Desa Sehat Mandiri ‘Aisyiyah tidak hanya soal fasilitas, tetapi soal membangun kesadaran masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Tri Hartiti dari Majelis Kesehatan PWA Jawa Tengah turut memberikan pemaparan teknis mengenai langkah pembentukan DSMA. Kegiatannya meliputi, PHBS, kesehatan ibu dan anak, gizi, sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit, serta kesehatan jiwa.
Program ini dijalankan melalui empat pokja, yakni pokja pusat pembelajaran, pokja literasi, pokja penyebaran informasi, dan pokja promosi kesehatan.
“Pada tahap awal, setiap PCA ditargetkan memiliki minimal satu desa binaan sebagai model DSMA. Desa percontohan ini diharapkan menjadi rujukan yang dapat direplikasi ke seluruh wilayah Kudus,” terangnya.
PDA Kudus menegaskan bahwa implementasi DSMA memerlukan dukungan berbagai pihak. Termasuk, Kolaborasi dengan Puskesmas, pemerintah desa, serta amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah seperti posyandu, klinik, hingga rumah sakit. ***
