“Saya tertarik dengan metode penyeduhan kopi Khas Timur Tengah ini, jadi saya aplikasikan di sini dengan teknik seduh tradisional di atas pasir,” ujar Pujiharto, Minggu, 15 Februari 2026.
Dengan alat masak teko tembaga bergagang panjang alias Cezve atau Ibrik itu, teknis seduh kopi tersebut berhasil memantik minat pelanggan yang penasaran.
Tiga varian rasa yang tersaji, yakni Kopi Turki original, Kopi Turki rempah dan kopi santan. Tiga jenis kopi baru ini menjadi andalan dari Kopi Tjolo Pijar.
Atok mengungkapkan, teknik seduh tersebut menghasilkan kopi yang lebih kental dan panas yang awet. Proses masak di atas pasir panas itu juga membuat Kopi Muria lebih pekat dan hitam.
“Untuk biji kopi kami tetap pakai lokal Muria. Dengan roasting medium ini, kopi lebih hitam dan tingkat kepahitan kopi lebih terasa,” tuturnya.
Dalam sehari, pihaknya mampu memproduksi hingga 150 cangkir Kopi Turki. Jumlah ini sebagai awalan untuk mengenalkan jenis kopi baru di Pijar bagi para pelanggan.
“Untuk menjaga rasa, tungku api harus dijaga tetap menyala. Sehingga ketika menyeduh kopi, panas yang dihasilkan terasa lebih awet,” tukasnya. ***
