Dimas mengaku senang bisa membawa nama UMK berjaya di salah satu perusahaan BUMN ternama dan bisa bersanding dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.
“Persiapan yang saya lakukan, jelas dari mulai saya ditempatkan di unit, saya memiliki planning dan pikiran saya akan bisa menjadi juara di ajang innovator tersebut,” tuturnya.
Dimas menerangkan, cara yang dilakukan 1-3 bulan pertama, dimulai dengan mengobservasi apa-apa saja kerja dari unit yang saya tempati. Kemudian pada bulan ke-4 mulai mencermati apa yang menjadi permasalahan.
“Lanjut bulan ke-5 melakukan diskusi dengan mentor di pabrik serta dosen pendamping, dan pada bulan ke-6 persiapan presentasi,” lanjutnya.
Dari program magang ini, sambung Dimas, ia mengaku belajar banyak hal yang tidak ia dapat pada bangku perkuliahan. Antara lain, menambah relasi, skill public speaking dan pengetahuan pada dunia kerja yang nyata.
“Harapannya pihak kampus berkenan memberi apresiasi setinggi-tingginya untuk mahasiswa yang mau berjuang membawa nama besar instansi. Semoga dibantu dan dipermudah, dengan demikian mahasiswa akan merasa dihargai,” tegasnya. ***
