Darurat Bencana, Desa Tanjungrejo Kudus Bergerak Normalisasi Sungai Secara Swadaya

Kepala Desa Tanjungrejo dan Masyarakat tengah melakukan aktivitas swadaya normalisasi sungai di Desa Tanjungrejo. (Foto: Istimewa/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, melakukan normalisasi sungai secara swadaya menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi.

Langkah tersebut diambil meski sungai sejatinya bukan menjadi kewenangan pemerintah desa.

Kepala Desa Tanjungrejo, Christian Rahadiyanto, mengatakan banjir paling berdampak terjadi di wilayah RW 3 dan RW 10, sementara RW 4 terdampak sebagian kecil.

Bacaan Lainnya

“Banjir yang paling berdampak itu di RW 3 dan RW 10, RW 4 sebagian kecil dan ketinggian air rata-rata 40 sampai 60 cm,” ujar Christian. Selasa, 13 Januari 2026

Ia menjelaskan, di RW 10 terdapat dua titik krusial penyebab banjir. Salah satunya berada di Sungai Jati Pasean yang alirannya tertutup satu pohon besar tumbang serta dua pohon bambu.

Titik lainnya berada di Sungai Kalisinan. Di lokasi tersebut terdapat dua titik saluran, satu sudah dinormalisasi, sementara satu titik lainnya sepanjang kurang lebih 200 meter masih dalam proses penanganan karena menjadi penyebab limpasan air ke jalan dan pemukiman warga.

Sementara di RW 3, banjir terjadi akibat limpasan Sungai Jati Pasean di perbatasan Desa Tanjungrejo dengan Desa Hadipolo.

Normalisasi sungai sepanjang sekitar 1,6 kilometer di wilayah Tanjungrejo sudah dilakukan, namun bagian hilir di wilayah Hadipolo masih mengalami penyempitan.