KUDUS, ZONANEWS.ID – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan terus ditunjukkan RS Aisyiyah Kudus. Kali ini, pihak rumah sakit menyelenggarakan pelatihan Manajemen Kegawatdaruratan Prahospital “Basic Life Support (BLS) dan Transportasi Aman Pasien Gawat Darurat”.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Golden Milad ke-50 RS ‘Aisyiyah Kudus tersebut berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Aula RS ‘Aisyiyah Kudus dan diikuti tenaga kesehatan, petugas ambulans, serta peserta dari berbagai mitra layanan kesehatan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan peserta dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien dengan kondisi gawat darurat sebelum tiba di rumah sakit.
Penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai standar pada fase prahospital dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Materi pelatihan disampaikan oleh dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif RS ‘Aisyiyah Kudus, Haffidz Wahyu Aji. Ia menjelaskan bahwa fase prahospital merupakan mata rantai awal dalam sistem pelayanan kegawatdaruratan yang tidak boleh diabaikan.
“Keberhasilan penanganan pasien gawat darurat tidak hanya ditentukan oleh tindakan di rumah sakit, tetapi dimulai sejak pasien mendapatkan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Basic Life Support menjadi kemampuan dasar yang wajib dimiliki agar pertolongan dapat diberikan secara cepat dan benar sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelas dr. Haffidz.
Ia menambahkan bahwa peserta dibekali materi mengenai pengenalan kondisi kegawatdaruratan, penilaian awal pasien, teknik mempertahankan jalan napas, Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Kemudian, dibekali pula kemampuan penanganan henti jantung, hingga teknik pemindahan dan transportasi pasien yang aman untuk mencegah cedera lanjutan selama proses evakuasi.
Tidak hanya teori, pelatihan juga diisi dengan simulasi dan praktik langsung. Peserta berkesempatan mempraktikkan teknik Basic Life Support menggunakan alat peraga serta melakukan simulasi penanganan pasien gawat darurat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Melalui pendekatan praktik tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.
