“Ibu adalah garda terdepan dalam keluarga. Pengetahuan kesehatan yang baik akan membantu ibu lebih tanggap menjaga kesehatan keluarga dan menciptakan lingkungan yang sehat,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, dr. Wahyu Adirama Saputra menjelaskan bahwa sebagian besar kasus gagal ginjal sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko sejak dini.
“Sekitar 70 persen kasus gagal ginjal bisa dicegah dengan mengontrol gula darah, menjaga tekanan darah, mencukupi kebutuhan air putih, dan menggunakan obat secara bijak,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat melalui langkah CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat, istirahat cukup, dan kelola stres.
Sementara itu, dr. Azwahr Hashfi memaparkan bahwa kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi risiko batu ginjal.
“Pencegahan batu ginjal dapat dilakukan dengan minum air putih dua hingga tiga liter per hari, mengurangi garam dan gula berlebih, serta tidak menahan buang air kecil,” terangnya.
Melalui seminar tersebut, PDA Kudus berharap warga semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen ‘Aisyiyah dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. ***
