KUDUS, ZONANEWS.ID — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus mengakui ada sejumlah catatan terkait penyelenggaraan ujian tes seleksi perangkat desa (Perades) di Kudus pada 14 Februari 2023 lalu. Terlebih dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai pihak ketiga yang memfasilitasi penyelenggaraan ujian.
Seperti yang diketahui, penyelenggaraan ujian Perades di Kudus beberapa waktu bekerjasama dengan 5 universitas. Selain UNPAD, ada juga Universitas Soedirman (Unsoed), Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Politeknik Negeri Semarang (Polines), hingga Universitas Stikubang (Unisbank). Namun, hanya UNPAD yang banyak dikeluhkan publik terkait hasil tes yang ada.
Dinas PMD Kudus pun memberikan komentarnya terkait kegaduhan yang terjadi selama hampir satu minggu ini. Dari hasil pantauan Dinas PMD, penyelenggaraan ujian seleksi Perades oleh UNPAD di Kudus dinilai kurang profesional.
“(Hasil pantauan penyelenggaraan ujian Perades oleh UNPAD) Kurang profesional. Kesiapannya. Termasuk agak molor, mereka kurang persiapan,” ungkap Kepala Dinas PMD Kudus Adi Sadhono kemarin sore, 17 Februari 2023.
Bukan berniat membandingkan, namun menurut Adi hal itu benar adanya. Penyelenggaraan ujian Perades oleh UNPAD ini berbeda dengan perguruan tinggi lain yang sama-sama melakukan ujian di Kudus.
Adi menyadari bahwa jumlah kepesertaan ujian yang difasilitasi UNPAD paling banyak diantara perguruan tinggi lagi. Dari 90 desa yang ikut seleksi, 68 diantaranya memilih UNPAD. Namun, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara perguruan tinggi dan desa telah dilakukan pada 3 Februari 2022 lalu.
“Harusnya perisapan (UNPAD) bisa lebih dari perguruan tinggi yang lain,” tegas Adi.
