Bupati Kudus Sentil Inovasi Pelayanan Publik Kebanyakan Teori tapi Praktek Nol

Pelayanan di kantor Disdukcapil Kudus yang mulai dilakukan perbaikan agar tidak ada lagi antrean yang mengular. (NILA) 

Pelayanan yang mengecewakan ini pernah dijumpainya saat melakukan sidak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus beberapa waktu lalu. Bertepatan dengan pengisian perangkat desa yang membutuhkan legalisir di dinas tersebut, Hartopo mendapati pelayanan yang semrawut.

Banyak orang yang mengantre berjubel dan mengekor panjang. Setelah dicari tahu, ternyata petugas pelayanan ternyata hanya dua orang. Kejadian ini langsung mendapat evaluasi keras dari Hartopo.

“Yang jadi masalah itu SDM-nya, sistemnya. Saya masuk ke Disdukcapil, mereka tidak menyediakan tempat mengantisipasi kejadian itu. Permasalahan yang muncul tidak terpikirkan sebelumnya. Kalau ada kondisi seperti itu, artinya mereka belum siap,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Dengan apa yang terjadi, Hartopo meminta agar langsung ada perbaikan. Bisa dengan menyediakan tempat atau ruang khusus untuk mengurai kepadatan orang yang mengantre. Pun bila perlu menggunakan lapangan tennis indoor, Hartopo mempersilakannya.

Untuk itu, terbaru Pemkab Kudus membuka Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Lokal 2022. Dengan harapan bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kudus pada umumnya. Namun dengan syarat, harus benar-benar dikembangkan nantinya. Bukan hanya saat ada kompetisi saja, semua berlomba menunjukkan inovasi terbaiknya. ***