Bidik Medali Porprov Jateng 2026, Tiga Atlet Menembak Kudus Matangkan Persiapan

Latihan intensif atlet menembak di Lapangan tembak Barracuda, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Siswi kelas XII SMK Duta Karya jurusan Teknik Laboratorium Medik tersebut juga telah mengikuti sejumlah kejuaraan, termasuk Popda 2025 dan beberapa pertandingan di luar daerah seperti Madiun.

Menjelang debutnya di Porprov Jateng 2026, Zara menargetkan dapat membawa pulang medali.

“Target saya bisa mendapatkan medali perunggu,” kata Zara.

Bacaan Lainnya

Bagi Zara, Porprov Jateng 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan menambah pengalaman bertanding sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ia berharap prestasi yang diraih melalui olahraga menembak nantinya dapat membuka peluang mendapatkan beasiswa maupun jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah.

Nomor Multirange yang diikuti Zara memiliki beberapa jarak sasaran, yakni 18 meter, 27 meter, 33 meter, dan 41 meter. Setiap jarak memiliki sasaran dengan nilai poin tertentu sehingga atlet dituntut mampu menjaga akurasi dan konsentrasi sepanjang pertandingan.

Adi menjelaskan, persaingan pada nomor tersebut cukup ketat. Kemampuan atlet dari berbagai daerah relatif beragam, sementara sejumlah daerah memiliki pengalaman dan jam terbang pertandingan yang lebih banyak.

“Target kami masuk tiga besar. Kalau bisa mendapat perunggu sudah sangat kami syukuri,” ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, tim menembak Kudus terus meningkatkan konsistensi latihan. Selain kemampuan teknik, para atlet juga diarahkan agar semakin siap menghadapi tekanan dan situasi pertandingan.

Dalam setiap sesi latihan, faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Adi menegaskan, latihan menembak dilakukan dengan aturan yang ketat dan berada di bawah pengawasan untuk menjaga keamanan seluruh peserta.

Di sisi lain, pembinaan cabor menembak di Kudus masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya kebutuhan biaya latihan dan perlengkapan. Pengadaan peluru menjadi salah satu komponen biaya yang harus dipenuhi secara rutin.

Adi berharap dukungan terhadap cabor menembak di Kudus dapat terus meningkat. Menurutnya, dukungan pembinaan maupun sponsor dibutuhkan agar atlet memiliki kesempatan lebih banyak mengikuti kompetisi sehingga pengalaman dan jam terbang mereka semakin bertambah.

“Kami berharap cabor menembak Kudus semakin berkembang dan mendapat lebih banyak dukungan sponsor,” pungkasnya.***