Bidik Medali, Enam Atlet Muda Balap Sepeda Kudus Siap Adu Kecepatan di Porprov Jateng 2026

Atlet balap sepeda tengah menjalani latihan dengan cara ngerol untuk mempersiapkan diri untuk Porprov Jateng 2026. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Keikutsertaan tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus membiasakan atlet menghadapi atmosfer kompetisi.

“Event-event itu menjadi evaluasi untuk mengukur kemampuan anak-anak,” ujar Suwantoro.

Berdasarkan hasil evaluasi, kemampuan atlet Kudus dinilai sudah dapat bersaing untuk masuk 10 besar. Namun, ISSI tetap melihat peluang meraih medali pada nomor tertentu.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk level Porprov, kita bisa bersaing di 10 besar. Tapi kita tetap optimistis bisa menembus perak atau perunggu,” katanya.

Selain fisik dan teknik, mental menjadi perhatian dalam persiapan menuju Porprov. Suwantoro mengakui para atlet yang masih muda terkadang mengalami rasa gugup ketika mendekati pertandingan.

Kondisi tersebut bahkan dapat memengaruhi nafsu makan atlet sebelum perlombaan. Karena itu, pengalaman bertanding terus ditambah dengan mengikuti berbagai event.

“Anak-anak masih ada yang nervous menjelang event. Kita atasi dengan sering mengikuti pertandingan,” jelasnya.

Saat ini, tingkat kesiapan enam atlet tersebut berada di kisaran 75 persen. Menjelang pertandingan, intensitas latihan akan ditingkatkan, khususnya untuk membangun endurance dan kemampuan menempuh jarak jauh.

“Menjelang Porprov latihan akan lebih keras, terutama jarak jauh dan endurance. Setelah itu ada recovery,” ungkapnya.

Latihan di jalan raya juga memiliki tantangan terkait pengawalan. Perbedaan kemampuan enam atlet membuat mereka terkadang tidak dapat bergerak secara bersamaan.

Pengawalan dibutuhkan untuk menjaga keselamatan atlet, terutama ketika menempuh jarak jauh dan melewati sejumlah jalur antarkabupaten.

“Kendalanya pengawalan karena kemampuan anak-anak belum serentak. Ada yang mendahului,” kata Suwantoro.

Menurutnya, keselamatan atlet sangat penting karena mereka yang telah lolos Babak Kualifikasi Porprov tidak dapat digantikan apabila mengalami sakit.

“Kalau atlet yang lolos sakit, tidak bisa digantikan. Karena itu kita harus menjaga mereka,” ujarnya.

Suwantoro berharap pembinaan balap sepeda di Kudus semakin berkembang. Setelah Porprov, ISSI berencana memperbanyak event lokal sebagai wadah mencari dan membentuk atlet muda.

“Kita akan mengadakan event lokal supaya atlet muda semakin terbentuk,” pungkasnya.***