Belum Lolos Audit Pertamina, Operasional SPBU Jenderal Sudirman Kudus Diblokir Sementara

Manajemen menargetkan seluruh proses pembenahan dapat diselesaikan dalam waktu sepekan. 

Selama proses tersebut berlangsung, setiap perkembangan perbaikan akan dilaporkan kepada Pertamina sebagai bahan evaluasi sebelum izin operasional kembali diberikan.

“Harapan kami seluruh pembenahan selesai minggu ini sehingga operasional SPBU dapat kembali dibuka dan masyarakat bisa kembali memperoleh pelayanan seperti biasa,” kata Mansur.

Bacaan Lainnya

Meski pelayanan kepada masyarakat dihentikan sementara, pihak SPBU memastikan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap tersedia dalam jumlah aman di dalam tangki penyimpanan. 

Kondisi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan setelah operasional kembali dibuka sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM di wilayah Kudus.

Berdasarkan data internal pada Rabu, 5 Agustus 2026, pagi, stok BBM yang tersimpan terdiri atas Pertalite 1 sebanyak 18.000 liter, Pertalite 2 sebanyak 5.000 liter, Pertamax 92 sebanyak 10.000 liter, Pertamina Dex sebanyak 4.200 liter, serta Pertamax Turbo sebanyak 3.500 liter. 

Rata-rata kebutuhan penyaluran seluruh jenis BBM di SPBU tersebut mencapai sekitar 14.000 liter per hari.

“Kami memastikan stok BBM yang tersedia sangat mencukupi. Setelah seluruh proses pembinaan dan verifikasi dari Pertamina selesai, kami siap kembali melayani masyarakat dengan standar yang telah dipenuhi sepenuhnya,” pungkas Mansur.