“Kita nanti akan lakukan evaluasi, tingkat keberhasilannya seperti apa, anak bisa beradaptasi dan mengadopsi hal-hal positif di sekolah penempatan atau tidak. Serta efektif atau tidak,” tambahnya.
Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menambahkan, bahwa ada 55 sekolah yang berpartisipasi dalam program ini. Sebanyak 20 sekolah dari SD dengan total siswa 80 anak. Sedangkan SMP ada 32 sekolah dengan 192 siswa
“Untuk SD yang 19 adalah dari sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Yang SMP ada 24 sekolah negeri dan 8 sekolah swasta,” tuturnya.
Adapun pemetaan sekolah program pertukaran pelajar dipertimbangkan dari jarak tempat tinggal murid. Terutama untuk murid jenjang Sekolah Dasar (SD). Kemudian diprioritaskan untuk pertukaran antar sekolah negeri dan swasta.
Salah satu siswa dari SMP 2 Undaan, Tri Mawar Handayani mengaku senang bisa berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar. Ia bersama lima temannya ditunjuk untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di SMP 1 Undaan.
“Kami dipesan untuk menjaga sopan santun, menjaga nama baik sekolah. Lalu kami juga diminta untuk melihat hal-hal positif di SMP 1 Undaan untuk nanti bisa ditaruh di SMP 2 Undaan,” katanya. ***
