KUDUS, ZONANEWS.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus belum reda hingga Kamis, 14 Maret 2024 sore. Ketinggian air banjir di sejumlah lokasi pun tidak kunjung surut, tapi semakin naik tinggi.
Alhasil, sejumlah warga yang terdampak banjir memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Salah satunya ke tempat pengungsian di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.
Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto mengungkapkan, hingga pukul 15.00 WIB hari ini, sudah ada 13 keluarga dengan total 42 orang telah mengungsi ke Balai Desa Jati Wetan.
“Hari ini dari hasil evakuasi yang dilakukan TNI-Polri serta tim relawan, ada 13 KK yang mau mengungsi. Tapi ada juga yang tidak mau mengungsi dan masih memilih bertahan di rumah masing-masing,” ujar Agus ditemui di Balai Desa Jati Wetan sore ini.
Ia mengatakan, jumlah pengungsi di Balai Desa Jati Wetan bisa bertambah. Mengingat cuaca ekstrem masih belum reda dan debit air banjir juga semakin naik. Ditambah ada 4 dukuh di Desa Jati Wetan yang terdampak banjir.
“Di Desa Jati Wetan ada 4 dukuh yang terdampak banjir, itu di Dukuh Gendok, Barisan, Tanggulangin, dan Kaligae. Ketinggian air di dalam rumah warga bervariasi, dari 30 hingga 70 sentimeter,” terangnya.
Di samping itu, demi memenuhi kebutuhan para pengungsi yang sudah menempati Balai Desa, Pemdes Jati Wetan mulai menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Semua anggaran yang digunakan untuk bantuan dikatakan Kades bersumber dari Pendapatan Asli Desa yang dimiliki.
“Pemenuhan kebutuhan semua dari pemerintah desa, dari PAD kami,” tegasnya.
Di sisi lain, bencana yang terjadi di Kudus kali ini bertepatan dengan bulan ramadan. Dalam kondisi puasa, para pengungsi terlihat tabah dengan kondisi yang sedang dialaminya.
