Banjir Makin Tinggi, 42 Orang Sudah Mengungsi

Pengungsi banjir di Balai Desa Jati Wetan mendapat layanan kesehatan dari Puskesmas Jati pada Kamis, 14 Maret 2024. (NILA)

Khusnul Khotimah (51) mengaku tetap menjalankan ibadah puasa meski dalam kondisi serba terbatas seperti saat ini.

“Tetap puasa,” ucapnya Khotimah.

Mengungsi bersama suami dan anak-anaknya, Khotimah memilih untuk meninggalkan rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB. Merasa kondisi rumahnya yang terendam air banjir tidak semakin surut tapi semakin tinggi, ia pun memilih mengungsi ke tempat terdekat dan lebih aman.

Bacaan Lainnya

“Air banjir sudah masuk rumah sejak tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB. Terus ketinggiannya naik terus, terakhir itu sudah sepaha saya dan jalan depan rumah sudah sepinggang,” jelasnya.

Selain kondisi rumahnya yang semakin terendam, Khotimah memilih mengungsi karena keadaan suaminya yang mengalami sakit di bagian kaki. Ketika terkena hujan, dikhawatirkan kondisi kaki suaminya akan semakin parah.

“Kalau masih bisa bertahan di rumah, mungkin akan tetap bertahan di rumah,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengungsi, tim kesehatan dari Puskesmas Jati bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan. Obat-obatan juga diberikan, agar para pengungsi tetap sehat selama mengungsi.

Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, ada 4 kecamatan di Kudus yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem. Yakni ada di Kecamatan Mejobo, Kaliwungu, Jati, dan Jekulo.***