Dilanjutkannya, kecanggihan teknologi seperti, internet dan media sosial harus disikapi dengan bijak. Jadikan semua kecanggihan teknologi tersebut untuk mempermudah kita dalam mencari dan menambah ilmu pengetahuan serta wawasan.
“Terpenting untuk memperoleh manfaat di sisi keuangan, karena memiliki kultur Gusjigang (Bagus Akhlaknya, Pintar Ngajinya dan Pandai Berdagang). Mari kita bimbing anak-anak kita menjadi generasi yang pintar membaca peluang di media-media sosial di internet. Jangan sampai terbalik malah menjadi sosok pemalas karena diperbudak teknologi,” ungkapnya.
Persoalan merosotnya sebuah karakter khususnya pada generasi muda ini menjadi bahan pemikiran bersama, karena generasi muda merupakan aset suatu negara yang akan berperan dimasa yang akan datang.
“Merosotnya sebuah karakter ini juga menyebabkan sebuah anggapan sebuah negara dianggap sedang mengalami krisis karakter, kemerosotan karakter moral generasi bangsa bisa menyebabkan hancurnya sebuah negara,” ujar Mantan Bupati Kudus ini.
Dikatakannya, cara menumbuhkan kembali nilai pancasila dapat dilakukan dengan selalu mengingatkan kepada anak-anak mengenai rasa nasionalisme yang dipupuk dengan mengadakan kegiatan-kegiatan menumbuhkan rasa bangga terhadap kandungan Pancasila.
“Pada dasarnya pembinaan karakter bangsa dengan nilai-nilai Pancasila bertujuan agar bangsa Indonesia mampu bersikap dan berprilaku dengan sepatutnya, sehingga dapat mengantarkan menuju sebuah kesusksesan hidup sesuai cita-cita bangsa,” pungkasnya.***
