Khusus untuk perbaikan toilet sekolah sendiri menelan anggaran sebesar Rp 119 juta. Toilet yang semula sudah berdiri dibangun ulang agar lebih representatif dengan total enam bilik untuk kamar mandi dan dua bilik untuk tempat wudhu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Agus Subandi menyebut standar harga yang digunakan dalam perencanaan berasal dari kementerian.
Pihak sekolah, panitia, maupun perencana kemudian memasukkan data tingkat kerusakan dan volume pekerjaan sesuai kondisi bangunan di lapangan.
“Indeknya dari kementerian seperti itu,” katanya.
Perbedaan standar harga tersebut turut memengaruhi besaran anggaran. Menurut Agus, biaya pembangunan yang dalam perhitungan daerah umumnya berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per meter.
Namun, dalam proyek tersebut dapat mencapai sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per meter, tergantung volume dan tingkat kerusakan. ***
